Foto Bung Hatta [dok/wikipedia]
Mungkin sudah tidak asing lagi nama Bung Hatta, ia adalah salah satu putra terbaik Sumatera Barat yang memiliki jasa dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Tempat Lahir

Bung Hatta sendiri lahir dengan nama asli Muhammad Athar, pada tahun 1902 Bukittinggi, (fort de kock, hindia belanda, nama sebelum kemerdekaan Indonesia, fort de kock adalah nama bukit tinggi semasa pemerintahan hindia belanda).

Rumah kelahiran bung Hatta masih dapat kita temui di jalan, Hung hatta Buki Tinggi, rumah kelahiran Bung Hatta terletak di dekat Pasar Banto, sekitar 150 meter, namun kondisi rumah ini tidak seperti rumah-rumah yang pernah di singgahi atau di diami oleh Sukarno, rumah kelahiran Bung Hatta, tidaklah sulit untuk kita cari, hanya rumah ini yang masih tersisa dari deretan ruko-ruko yang berdiri.

Perjuangan Bung Hatta.

Bung Hatta, merupakan orang terpelajar pada masa itu, seperti yang terdapat pada buku otobiografi tentang bung Hatta "untuk negeriku". perjuangan bung hatta telah di mulai sejak sekolah di Belanda, di mulai dengan organisasi sosial hingga membawa Bung Hatta mengenal beberapa tokoh tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia termasuk Sukarno.

Pertemuan Dengan Sukarno

Berawal dari perundingan penyatuan Partai Persatuan Indonesia dan Pendidik Nasional Indonesia yang di lakukan di Bandung ini lah Sukarno dan Hatta sering bertemu, Sukarno bergerak untuk diplomasi dan orasi sedangkan Bung Hatta bergerak melalui tulisan tulisan.

Pertemuan Bung Hatta dengan Tokoh Minang di zaman Hindia Belanda

Banyak tokoh dan orang Minang yang bertemu dengan Bung Hatta, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam urusan politik, maupun kehidupan masyarakat Minang pada zaman Hindia Belanda
  • Inyiak syekh Djambe, (Ulama minang, zaman Hindia Belanda)
  • Ayub Rais, (Pamannya sendiri, salah satu pedagang besar di Batavia)
  • Suska, Sutan Usman Kasim (salah satu wartawan orang minang, di zaman Hindia Belanda))
  • Datuk Djamik, (seorang pengacara di kota Padang, pada Zaman Hindia Belanda)  
  • Demang Soetan Saibi (Demang di Kota Padang, pada Zaman Hindia Belanda)
  • Nazir Datuk Pamuntjak, (politikus di zaman Hindia Belanda.
Cerita lain tentang Bung Hatta
  • Bung Hatta telah menjadi yatim sejak usia 7 Bulan (wafat ayahnya)
  • Kakeknya dari pihak Bapak seorang Ulama.
  • Kakeknya dari pihak Ibu seorang Pedagang.
  • Bung Hatta Memiliki 1 kakak perempuan se ayah, 4 dari adik perempuan se ibu
  • Bung Hatta usia 19 tahun telah sekolah di Belanda.
  • Bung Hatta pernah di usir dari Bukittinggi, (kena Passenstelse pada Zaman Hindia Belanda) 
  • Bung Hatta pernah kecelakaan tabrakan mobil di daerah Padang Luar.
  • Bung Hatta pernah menginap di rumah Demang Soetan Saibi di Padang.
[tulisan ini di kutip dari berbagai sumber]
Share this